BETAPA BERHARGANYA SEBUAH KESETIAAN

“Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya”

Amsal 19 : 22

Ditulis Oleh : Pdt. Teddy Christian Sigarlaki Masinambouw

Edisi “Effatha Bersaksi” kali ini masih berbicara mengenai “KESETIAAN” sebagai buah Roh, dan saya awali renungan ini dengan sebuah cerita mengenai Penjaga Mercusuar dan Lentera yang Tak Pernah Padam.

Di sebuah pantai yang dipenuhi batu karang tajam, berdiri sebuah mercusuar tua Mercusuar itu dijaga oleh seorang pria tua bernama John. Tugas John sangat sederhana namun berat, memastikan minyak di dalam lentera mercusuar selalu terisi dan apinya tidak pernah padam setiap malam.

Suatu malam, badai dahsyat menghantam pesisir. Angin menderu memecahkan kaca-kaca jendela bawah, dan air laut mulai menggenangi tangga mercusuar. Di tengah kegelapan dan kengerian itu, seorang tetangga berteriak kepada John di tengah gemuruh angin, "John! Tinggalkan tempat ini! Air mulai naik, mercusuar ini bisa runtuh. Nyawamu lebih berharga daripada sebuah lampu!"

John menatap ke atas, ke arah puncak mercusuar di mana lentera itu berada, lalu menggelengkan kepalanya. Dengan tenang ia menjawab, "Tugasku bukan menyelamatkan diriku. Tugasku adalah memastikan lampu itu tetap menyala. Jika aku pergi dan lampu itu padam, kapal-kapal di tengah laut tidak akan tahu di mana karang berada. Mereka akan hancur."

John memilih untuk tetap tinggal. Sepanjang malam yang mencekam itu, ia terus menaiki tangga yang licin, membawa jerigen minyak, dan menjaga agar api tetap membakar pekatnya malam. Ia tidak tahu apakah usahanya akan dihargai, ia tidak tahu apakah ada kapal yang sedang melihat lampunya. Ia hanya tahu, ia harus setia pada tugasnya.

Ketika pagi menjelang, badai pun mereda. Dari jendela mercusuar, John melihat sebuah kapal penumpang besar terombang-ambing di dekat garis pantai, namun selamat dari karang tajam. Kapten kapal itu kemudian mengirimkan pesan: "Kami kehilangan arah semalam. Jika bukan karena cahaya mercusuar yang terus menyala tanpa henti, kami semua sudah tenggelam."

Kapal ini tetap selamat karena John, penjaga mercu suar tetap setia menjalankan tugasnya walaupun dalam situasi badai besar.

Firman Tuhan dalam Amsal 19:22a dengan tegas dan jelas mengingatkan bahwa nilai tertinggi seorang manusia di hadapan Allah terletak pada kesetiaannya.

Kesetiaan sejati tidak diukur dari seberapa besar panggung yang kita miliki atau seberapa banyak sorotan lampu yang mengarah kepada kita. Kesetiaan adalah tentang seberapa konsisten kita bergerak di tempat yang telah Tuhan tetapkan bagi kita, baik dalam badai kehidupan atau bahkan ketika berada dalam keadaan “tidak terlihat" yang tidak disaksikan oleh siapa pun kecuali Tuhan sendiri.

Aplikasi praktis dari nilai kesetiaan berdasarkan renungan Amsal 19:22a, untuk kita praktekkan sebagai berikut:

  1. Dalam Hidup Keluarga

    Kesetiaan dalam keluarga berarti hadir secara utuh dan konsisten menjaga komitmen, keutuhan keluarga , bahkan dalam rutinitas harian yang terasa menjemukan.

  2. Dalam Pekerjaan dan Karier

    Kesetiaan di tempat kerja diwujudkan melalui integritas dan etos kerja yang tinggi, baik saat diawasi oleh atasan maupun tidak.

  3. Dalam Hidup Rohani dengan Tuhan

    Kesetiaan rohani adalah tentang membangun hubungan akrab yang rutin dengan Tuhan melalui disiplin rohani setiap hari.

    a. Menjaga waktu teduh setiap hari.

    b. Ketaatan di tengah Ujian Hidup: Tetap memilih untuk memercayai kebaikan Tuhan dan menjauhi dosa, bahkan saat keadaan hidup sedang sulit.

  4. Dalam Persekutuan Jemaat

    Kesetiaan dalam gereja berarti mengambil bagian secara aktif untuk menopang Tubuh Kristus sesuai dengan karunia yang kita miliki.

a. Hadir Secara Fisik dan Hati: Mengambil komitmen untuk rutin beribadah hari Minggu dan kegiatan Gereja lainnya.

b. Setia pada Pelayanan yang tidak kelihatan/ tidak dilihat banyak orang.

c. Menjaga Kesatuan Jemaat agar tidak terpecah karena sikap dan perkataan yang menyakitkan hati.

Ingatlah! Betapa berharganya kesetiaan itu.

Mari kita selalu hidup dalam kesetiaan, karena Tuhan merindukannya.

Next
Next

Kesetiaan yang Berkenan di Hati Tuhan