SEJARAH SINGKAT

GPIB EFFATHA JAKARTA

Jemaat GPIB Effatha bertumbuh dan berkembang di tengah kota baru Kebayoran yang sedang dibangun oleh pemerintah sekitar tahun 1948. Dengan wilayah mulai dari Dukuh Atas (Jl Jend. Sudirman) ke arah Selatan sampai ke Ciputat Raya. Juga ke arah Timur sampai ke daerah Tebet.

GPIB baru berdiri sebagai lembaga gereja yang berdiri sendiri dalam GPI pada tanggal 31 Oktober 1948. Di tahun-tahun itu pula, 10 (sepuluh) keluarga mengadakan kebaktian di rumah secara bergilir. Seiring dengan pertumbuhan Jemaat maka tidak memungkinkan lagi untuk beribadah di rumah.

Dalam rangka pembangunan kota baru Kebayoran maka pemerintah menyediakan fasilitas tempat ibadah bagi agama Islam di Jl. Sisingamangaraja, dibangun Mesjid Agung Al-Azhar; agama Katolik di Jl. Barito, dibangun Gereja Santo Yohanes Penginjil dan agama Kristen Protestan di Jl. Melawai I/2, saat ini adalah Gedung Gereja GPIB Effatha, yang pada waktu itu diserahkan ke GPI atau De Protestantse Kerk in Indonesia.

GPIB Effatha yang pada waktu itu merupakan Pos Pelayanan dari GPIB Paulus, mendapatkan izin untuk menggunakan tanah khusus pemberian pemerintah yang berlokasi di Jl. Melawai I/2. Tahun 1954 dimulai pembangunan 2 (dua) pastori, diikuti dengan pembangunan pendopo.

Pada tanggal 15 Juli 1962 gedung Gereja Effatha diresmikan. Diawali dari 10 keluarga lalu berkembang menjadi 10 sektor pelayanan yang meliputi hampir seluruh kawasan Jakarta Selatan. Juga ikut aktif mengadopsi daerah-daerah Pekabaran Injil di daerah-daerah seperti: GPIB Tegal dan Comal.

Foto Gedung Gereja GPIB Effatha Jakarta-tampak luar dari depan

Pada tanggal 26 Februari 2018 Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan SK No.410 Tahun 2018 tentang penetapan GPIB Effatha sebagai Bangunan Cagar Budaya. Dengan ditetapkannya GPIB Effatha sebagai Bangunan Cagar Budaya maka menjadi Gereja Tuhan yang pertama di Kota Baru Kebayoran ini semakin berdiri kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman dan tidak akan pernah bisa di perjualbelikan. Semua dapat terjadi hanya karena kasih dan anugerah Tuhan Yesus.

Pada tanggal 10 Juni 2025, GPIB Effatha mencapai usia 75 Tahun, kalau bukan karena Tuhan Yesus maka Effatha tak punya cerita apa apa. Kalau bukan karena kasih karunia maka Effatha telah hilang. Hanya kemurahan Tuhan, Effatha tetap menjejakkan tapak tapak pelayanan.

Soli Deo Gloria!

Hingga saat ini GPIB Effatha telah melembagakan sektor-sektor pelayanan, antara lain: Setiabudi, Marinir-Cilandak, Ciputat, Pesanggrahan, Cileduk, Bintaro, dan Sumber Kasih. Pada tahun 2017 terjadi perubahan dari sektor menjadi sektor pelayanan dan sebutan sektor yang tadinya dengan sebutan angka, yaitu sektor 1-6 menjadi sebutan tokoh tokoh Alkitab, Sektor Pelayanan Kaleb, Elia, Daniel, Yusuf, Yosua, Daud, Yoel dan Nehemia.