BERTUMBUH DALAM KASIH

Ditulis Oleh : Pnt. J. Cemby Hutapea

Sudahkah Anda mendoakan orang lain hari ini?

Chade-Meng Tan pernah mengamati suasana kerja di perusahaan teknologi raksasa tempatnya bekerja. Banyak karyawan mengalami stres yang sangat tinggi, salah satunya akibat beban kerja yang berat. Ada karyawan yang bahkan membenci pekerjaannya, sementara yang lain enggan datang ke kantor. Berangkat dari pengalaman pribadi dan kondisi lingkungan kerja tersebut, ia menggagas sebuah program bernama Search Inside Yourself.

Saat itu, Meng—sapaan akrabnya—adalah seorang software engineer yang sangat berbakat dan cerdas. Ia juga berusaha mencari jalan keluar dari situasi kerja semacam itu. Salah satu kegiatan konkret dalam program yang ia ciptakan adalah saling mendoakan. Setiap karyawan diajak mendoakan setidaknya dua rekan kerja sebelum mulai bekerja setiap hari.

Kegiatan ini hanya dilakukan dalam hati, sehingga tidak menyulitkan ataupun mengganggu pekerjaan. Alhasil, banyak karyawan mengikuti ajakan Meng. Mungkin, doa singkat yang mereka panjatkan untuk rekan kerja terdengar seperti ini: “Tuhan, hari ini aku berdoa untuk Agus dan Tono. Berkatilah mereka dengan kebahagiaan.”

Hasilnya? Setelah beberapa waktu, banyak karyawan menghubungi Meng dan mengabarkan bahwa mereka kembali mencintai pekerjaan mereka serta merasakan sukacita saat datang ke kantor. Tidak sedikit pula yang mengaku merasa lebih bahagia ketika mendoakan kebahagiaan orang lain daripada ketika berdoa untuk diri sendiri.

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan mereka merupakan salah satu bentuk kasih yang paling tulus. Doa semacam ini bukan hanya mendatangkan kebaikan bagi orang yang didoakan, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi mereka yang mendoakannya.

Dengan menanamkan kebiasaan baik tersebut, tanpa disadari, kasih dalam diri kita akan semakin bertumbuh

Lalu, siapa saja yang harus kita kasihi? Rasul Paulus memberikan jawabannya dalam

1 Tesalonika 3:12 - “Kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.”

Melalui doanya, Paulus menyatakan harapan agar kasih jemaat terus bertambah dan berlimpah, bukan hanya terhadap sesama orang percaya, tetapi juga terhadap semua orang. Kasih itu bersifat universal, menjangkau siapa saja tanpa terkecuali. Bahkan, Tuhan Yesus mengajarkan ..... “Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).

Tentu saja, mendoakan orang lain bukan satu-satunya cara untuk menunjukkan kasih tapi sekaligus menumbuhkan kasih dalam diri kita sendiri.

Ada banyak tindakan sederhana yang dapat kita lakukan untuk menyatakan kasih kepada sesama, seperti memberikan perhatian kepada keluarga, rekan kerja, dan teman-teman, menyapa serta menolong mereka yang sering terpinggirkan, menolong siapa pun yang membutuhkan tanpa mengharapkan imbalan, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta mengucapkan kata-kata yang menguatkan dan memberkati. Semua itu merupakan wujud kasih yang dapat kita lakukan setiap saat.

Di antara berbagai tindakan tersebut, mendoakan kebahagiaan orang lain mungkin tampak sederhana, namun sangat besar kuasanya.

Kita tidak perlu menunggu sampai merasa sempurna untuk mulai mengasihi. Justru melalui tindakan-tindakan kasih yang kita berikan kepada orang lain, menumbuhkan kasih dalam diri kita sendiri.

Karena itu, mulailah dari hal-hal kecil yang dapat kita lakukan hari ini. Salah satunya dengan mendoakan orang lain, misalnya.

Dengan demikian, kehidupan kita akan semakin dipenuhi kasih, membawa damai, dan menjadi berkat bagi sesama.

Ketika kita memilih untuk mengasihi sesama, kita sedang membiarkan diri untuk dibentuk oleh Tuhan agar karakter kita semakin serupa dengan Kristus, Sang Sumber Kasih itu.

Dialah yang harus kita teladani.

Sebab, standard pertumbuhan kasih adalah meneladani Kristus, yang senantiasa mengasihi kita dan mengajarkan kepada kita - “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” (Yoh. 15:12)

Maukah Anda mengawali hari ini dengan mendoakan orang lain?

Next
Next

RASA LAPAR UNTUK BERTUMBUH