Damai Sejahtera
Bilangan 6 : 26
“Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”
Ditulis oleh : John Sahusilawane
Kidung Jemaat 163
Reff:
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu,
damai sentosa-Ku Kuberi kepadamu!
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu,
damai sentosa-Ku Kuberi kepadamu.
Verse :
Janganlah hatimu gemetar dan gelisah.
Tuhan kasihilah dan percayalah Dia.
Ia telah pergi, Ia datang kembali.
Ingat amanat-Nya, berpegang pada janji.
"Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera". Ayat ini adalah bagian dari satu kesatuan ayat 24 -26 yang selalu kita dengar dan menjadi doa berkat dalam setiap ibadah hari Minggu di gereja, di ibadah keluarga hari Rabu setiap sektor, maupun ibadah-ibadah lainnya.
Sedemikian seringnya kita mendengar doa berkat ini sehingga menganggap doa ini sesuatu yang sudah biasa sebagai doa penutup/berkat tanpa menghayati/meresapi betapa dalamnya Tuhan mengasihi, memberkati, memberikan suatu jaminan bagi umat-Nya. Damai sejahtera sudah diberikan Tuhan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya dalam Yesus Kristus.
Pada kesempatan ini, saya ingin kita melihat secara spesifik ayat 26 yang terkait dengan tema tulisan ini, yaitu damai sejahtera.
Kata damai dan kata sejahtera dalam Alkitab mempunyai arti yang saling berkaitan, yang diberikan Tuhan dalam satu kesatuan - tidak terpisah. Damai yang diberikan Tuhan mendatangkan rasa tenang dalam diri setiap umat-Nya, memberikan rasa sukacita. Sejahtera adalah hal secara langsung terkait dengan kehidupan setiap orang.
Pertanyaannya :
Bagaimana saya bisa merasakan damai sementara kehidupan sehari-hari tidak sejahtera. Biaya hidup, biaya sekolah anak, biaya kontrak rumah, biaya listrik, biaya air dan banyak biaya lain yang kadang tak terduga muncul dalam kehidupan sehari-hari. Kesejahteraan hidup tidak terpenuhi.
Kedamaian juga sering terganggu karena adanya konflik/pertengkaran dengan orang lain bahkan dengan keluarga sendiri. Perilaku yang selalu marah-marah, tidak tenang akan membuat damai hilang dalam diri kita. Berbagai hal akan muncul serta membuat kita tidak tenang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, kuatir masa depan anak-anak, kuatir kehidupan dimasa tua. Rasa damai akan hilang.
Disaat seperti ini kita harus waspada karena iblis akan menggoda kita untuk menjauhkan kita dari Tuhan, bahkan meninggalkan Tuhan. Berhati-hatilah...
Dalam jaminan yang Tuhan berikan bagi kita, tidak dipisahkan antara damai dan sejahtera (ayat 26).
Setiap orang mempunyai dinamika hidup yang berbeda, setiap orang menghadapi kehidupan dengan kesulitan yang berbeda. Namun, satu hal yang harus diingat/diimani bahwa damai sejahtera diberikan Tuhan kepada semua orang tanpa dibeda-bedakan, tanpa melihat latar belakang yang berbeda. Apapun yang terjadi dalam hidup ini, ketika Tuhan memberikan/mendatangkan damai sejahtera bagi setiap orang, ada suatu jaminan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia akan tetap bersama kita dalam menjalani kehidupan ini.
Juga sukacita dalam diri kita walaupun dalam keterbatasan yang dialami. Dalam hati yang penuh sukacita seharusnya kita dapat berpikir dengan hikmat dari Tuhan bagaimana menghadapi kehidupan ini. Dapat mengambil keputusan serta bertindak dengan bijaksana. Tuhan pasti memberikan hikmat kepada setiap orang sehingga segala kesulitan hidup dapat diatasi dengan baik dan benar. Harus ada keyakinan dalam diri kita bahwa Tuhan akan bertindak pada waktu yang Dia tentukan.
Hal yang paling penting kita lakukan dan tidak boleh diabaikan adalah :
Doa.
Doa adalah sarana utama kita selalu berada dekat dengan Tuhan. Doa adalah komunikasi utama kita dengan Tuhan. Doa di pagi hari sebelum kita menjalani hari yang baru merupakan sarapan pagi yang sangat lezat, memberi kekuatan untuk beraktifitas. Jawaban Tuhan terhadap doa-doa kita merupakan bagian dari damai sejahtera yang Tuhan berikan bagi kita. Berdoalah setiap saat anda merindukan kehadiran-Nya. Rasakan pelukan dan perlundungan-Nya dalam menjalankan kehidupanmu.
Baca Alkitab.
Ketika anda membaca Alkitab serta merenungkannya setiap saat, anda akan merasakan bahwa jawaban dari setiap persoalan hidup sudah ada jawabannya. Tuhan akan mengarahkan anda melalui firman-Nya, melalui setiap ayat yang dibaca. Baca dan renungkan dengan bimbingan/pimpinan Rohkudus.
Beribadah.
Ibadah adalah persekutuan dengan Tuhan, rasa syukur akan perlindungan-Nya, penyelamatan-Nya. Ibadah juga akan membuat kita setiap saat berada dalam satu kesatuan dengan Tuhan, bahkan setiap saat dalam satu kesatuan dengan jemaat Tuhan dalam menghadap hadirat-Nya.
Saling melayani dalam persekutuan jemaat Tuhan. Kita semua adalah bagian dalam gereja Tuhan, saling melengkapi, saling mendukung satu dengan yang lain, saling berbagi rasa.
Marilah kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan sambil mengingat/menghayati, mensyukuri betapa Tuhan setiap saat memberikan damai sejahtera bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati. Amin...