Hidupi Anugerah Keselamatan Setiap Hari

Karena itu, Saudara-saudaraku yang terkasih, sebagaimana kamu senantiasa taat, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih lagi sekarang waktu aku tidak hadir, tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. Sebab, Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya.

Filipi 2 : 12 - 13

Ditulis Oleh : Pnt. Coki Panjaitan

Seorang seniman pahat batu yang terkenal di masa lampau menceritakan bagaimana ia menciptakan patung yang luar biasa dari seonggok batu kali yang tampak kasar dan kusam. Ia tidak langsung menghasilkan karya agung dalam semalam, melainkan melalui ribuan ketukan palu yang sabar, terarah, dan konsisten setiap hari, hingga keindahan itu terpancar. Perumpamaan ini mengingatkan kita pada hakikat kehidupan rohani yang dinamis dan progresif. Perjalanan iman tidak berjalan di tempat, melainkan sebuah proses pembentukan terus-menerus yang menuntut ketekunan, kesabaran, serta kerendahan hati untuk dibentuk setiap hari semakin menyerupai kasih Kristus. Proses ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui kesabaran dan penyertaan Tuhan yang konsisten di setiap musim kehidupan yang kita lalui sebagai pengikutNya.

Dalam momentum perayaan Hari Ulang Tahun GPIB yang ke-78, kita merenungkan kembali dasar iman melalui firman Tuhan yang tertulis dalam Filipi 2:12-13. Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Filipi untuk 'tetap mengerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,' serta menyadari sebuah kebenaran teologis yang menguatkan: 'karena Allah-lah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.' Ayat ini menegaskan bahwa pertumbuhan rohani bukanlah sebuah beban berat yang harus dipikul sendirian dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. Sebaliknya, keselamatan adalah anugerah Allah di mana kekuatan dan kehendak-Nya bekerja secara aktif di dalam hidup kita, sementara kita meresponsnya dengan pengharapan dan ketaatan yang tulus.

Dalam realitas kehidupan sehari-hari, panggilan untuk bertumbuh dalam keselamatan ini nyata diwujudkan melalui pilihan-pilihan moral dan etika yang kita ambil di tengah keluarga, lingkungan rumah, pekerjaan, usaha, pelayanan gereja, dan masyarakat luas. Ketika kita memilih untuk mengampuni sesama dibanding menyimpan dendam, bersikap jujur dan berintegritas di saat tidak ada orang yang melihat, atau mengulurkan tangan dengan tulus bagi mereka yang sedang kesusahan, di sanalah proses "mengerjakan keselamatan" itu bekerja secara konkret. Pertumbuhan rohani yang sejati tidak diukur dari seberapa sering kita menghadiri Ibadah atau tampak religius dari luar, melainkan tercermin dari karakter harian yang semakin menyerupai kasih Kristus, membiarkan terang kasih-Nya terpancar melalui hal-hal sederhana yang kita lakukan tanpa pamrih.

Mari kita sejenak merenungkan kembali perjalanan iman pribadi kita hingga saat ini: apakah kita sungguh-sungguh membiarkan Allah memimpin setiap kehendak dan langkah kita, atau justru kita masih sering berjalan dengan ego dan kekuatan sendiri? Tantangan terbesar bagi kita adalah membuktikan bahwa gereja tidak hanya bertumbuh secara kuantitas dan fasilitas, tetapi juga semakin berakar kuat dalam buah-buah roh yang nyata. Sudahkah kehadiran kita di tengah dunia yang penuh pergumulan ini membawa dampak pemulihan, damai sejahtera, dan pengharapan bagi sesama manusia?

Next
Next

BERTUMBUH DALAM PERSEKUTUAN