EFFATHA! TERBUKALAH BAGI PERUBAHAN
Apakah karier Anda saat ini sebuah bentuk ibadah atau justru 'Menara Babel' untuk kehebatan diri? Simak 4 area transformasi radikal yang menantang cara kita memandang hidup dan relasi.
Baca selengkapnya dalam renungan "Effatha! Terbukalah Bagi Perubahan" oleh Pdt. Christy J. Rohrohmana-Lekahena.
“TUHAN YESUS MATI DAN BANGKIT, UNTUK MASALAH DOSA”
Belajar dari penderitaan Ludwig van Beethoven: Mengapa seorang pencipta musik gerejawi agung dibiarkan tuli? Temukan jawaban teologis Yesaya 53:4-6 tentang kesembuhan jiwa yang melampaui fisik.
Baca selengkapnya dalam renungan "Tuhan Yesus Mati Dan Bangkit, Untuk Masalah Dosa" oleh Vikaris Cahyono Budi Wibowo.
“TETAP BERSAKSI DALAM KESESAKAN”
Menjadi murid Kristus bukan tentang kenyamanan, melainkan keberanian mengambil risiko. Belajar dari keteguhan Yusuf dari Arimatea yang memberikan milik terbaiknya di saat murid-murid lain bersembunyi, mampukah kita tetap setia meski harus kehilangan segalanya?
Baca selengkapnya dalam renungan "Tetap Bersaksi dalam Kesesakan" oleh Pendeta Christy Rohromana Lekahena.
“JANGAN MENGHAKIMI”
Seringkali kita begitu sibuk mengkritik kesalahan orang lain hingga lupa pada kelemahan diri sendiri. Melalui ilustrasi lucu tentang seorang suami yang merasa istrinya tuli padahal ia sendirilah yang bermasalah , artikel ini mengajak kita untuk "bercermin" dan melakukan introspeksi diri sebelum menilai sesama. Sebab, dengan standar apa kita menghakimi, dengan standar itu pula kita akan dinilai.
Baca selengkapnya dalam renungan "Jangan Menghakimi" oleh Pdt. Yeremias Amos Lombok
“Bunga Lili Saja Kuat Menghadapi Badai”
Belajar dari bangsa Israel di masa Nabi Hosea yang mengalami kebobrokan spiritual meski makmur secara ekonomi. Simak bagaimana kasih Tuhan yang tidak berubah terus bekerja mengingatkan umat-Nya untuk bertobat dan kembali kepada-Nya.
Baca selengkapnya dalam renungan "Bunga Lili Saja Kuat Menghadapi Badai" oleh Pdt. Junita Jane J. Loen-Ulaan
“YESUS HARUS TINGGAL DALAM DIRI KITA”
Terinspirasi dari Kidung Jemaat 329, renungan ini mengajak kita menghayati kehadiran Yesus yang bangkit di tengah kegundahan hidup. Baca selengkapnya renungan "Yesus Harus Tinggal Dalam Diri Kita" oleh Pdt. Teddy C. S. Masinambouw.
“Effatha di Bukit Golgota, Membuka Jalan yang Tertutup”
Pekan Suci adalah sebuah perjalanan pembukaan. Jika kita merenungkan kata “Effatha” yang berarti “Terbukalah”, kita akan menemukan bahwa seluruh peristiwa dari Minggu Palem hingga Minggu Paskah adalah cara Tuhan membuka apa yang terkunci bagi manusia.
Baca selengkapnya dalam renungan "Effatha di Bukit Golgota, Membuka Jalan yang Tertutup" oleh Pendeta Christy Rohromana Lekahena.